Manajemen
08 Aug 2026
67
JANGAN SALAH PILIH TANAMAN - AKAR POHON YANG BISA MENGGANGGU PONDASI RUMAH
AKAR POHON YANG BISA MENGGANGGU PONDASI RUMAH: JANGAN SALAH PILIH TANAMAN
Menanam pohon di halaman rumah memang memberikan banyak manfaat. Rumah menjadi lebih teduh, udara terasa lebih sejuk, dan halaman terlihat lebih asri. Namun, ada satu hal yang sering tidak diperhitungkan ketika memilih lokasi menanam pohon, yaitu perkembangan akarnya.
Pohon yang masih kecil biasanya terlihat tidak berbahaya. Masalahnya, ukuran pohon yang kita tanam hari ini belum tentu sama dengan ukurannya 10 atau 20 tahun kemudian. Batang membesar, tajuk melebar, dan sistem akar juga berkembang mencari ruang, air, serta unsur hara.
Jika pohon berukuran besar ditanam terlalu dekat dengan rumah, akar dapat menjadi salah satu faktor yang mengganggu lantai, paving, saluran air, pagar, bahkan kondisi tanah di sekitar pondasi.
POHON APA SAJA YANG PERLU DIWASPADAI?
Tidak berarti semua pohon berikut pasti akan merusak pondasi. Risiko sangat dipengaruhi oleh jenis tanaman, ukuran pohon ketika dewasa, kondisi tanah, ketersediaan air, jenis pondasi, serta jaraknya dari bangunan.
1. Beringin
Beringin merupakan salah satu pohon yang sebaiknya tidak ditanam sembarangan di halaman rumah yang sempit. Ketika tumbuh besar, pohon ini dapat mempunyai batang dan tajuk yang sangat besar dengan sistem akar yang luas.
Akar beringin dapat berkembang jauh dari batang untuk mencari ruang dan sumber air. Pada lokasi yang terlalu dekat dengan bangunan, akar dapat mengganggu paving, saluran air dan struktur halaman.
Beringin lebih cocok ditanam pada area yang luas sehingga perkembangan akar dan tajuknya mempunyai ruang yang memadai.
2. Trembesi
Trembesi terkenal sebagai pohon peneduh dengan pertumbuhan dan ukuran tajuk yang besar. Karena ukurannya dapat berkembang sangat besar, pohon ini kurang cocok ditanam di halaman rumah yang sempit dan berdekatan dengan bangunan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah melihat trembesi ketika masih kecil. Padahal, perencanaan penanaman seharusnya mempertimbangkan ukuran pohon ketika sudah dewasa.
3. Sengon
Sengon mempunyai pertumbuhan yang relatif cepat. Pada lahan yang luas, pohon ini dapat berkembang dengan baik. Namun pada halaman rumah yang terbatas, perkembangan akar dan ukuran pohon perlu diperhitungkan.
Semakin besar pohonnya, semakin besar pula kebutuhan ruang bagi sistem akar dan tajuknya.
4. Mahoni
Mahoni dapat tumbuh menjadi pohon berukuran besar dengan sistem perakaran yang luas. Masalah biasanya muncul ketika pohon berukuran besar ditanam terlalu dekat dengan bangunan atau area yang memiliki ruang terbatas.
Mahoni bukan berarti tidak boleh ditanam di lingkungan rumah. Yang perlu diperhatikan adalah lokasi dan jaraknya terhadap bangunan.
5. Angsana
Angsana sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh karena mempunyai tajuk yang cukup luas. Namun, seperti pohon besar lainnya, angsana membutuhkan ruang tumbuh yang memadai.
Menanam pohon berukuran besar terlalu dekat dengan rumah dapat membuat akar, batang, dan tajuknya akhirnya berhadapan dengan berbagai elemen bangunan.
6. Bambu
Bambu memiliki karakter yang berbeda dari pohon berkayu. Beberapa jenis bambu berkembang menggunakan rimpang yang dapat menyebar secara horizontal.
Jika tidak dikendalikan, rimpang bambu dapat menyebar menuju area pagar, paving, saluran atau bagian halaman lainnya. Karena itu, bambu yang ditanam di halaman rumah perlu mempertimbangkan sistem pengendalian penyebaran rimpangnya.
APAKAH AKAR BENAR-BENAR BISA MENEMBUS BETON?
Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi.
Akar pohon tidak selalu mampu menembus beton yang sehat dan padat begitu saja. Dalam banyak kasus, akar justru memanfaatkan celah, retakan, sambungan atau ruang yang sudah tersedia.
Misalnya sebuah lantai beton sudah mempunyai retakan kecil. Di bawah lantai terdapat tanah yang lembap dan tersedia ruang. Akar dapat berkembang menuju area tersebut.
Ketika akar semakin besar, kondisi di sekitar retakan dapat berubah dan kerusakan yang sebelumnya kecil dapat berkembang menjadi lebih serius.
Jadi, mengatakan bahwa akar pohon menghancurkan beton sebenarnya terlalu sederhana. Hubungan antara akar dan kerusakan bangunan biasanya melibatkan banyak faktor.
MASALAH YANG SERING TERLIHAT DI RUMAH
Jika pohon berada terlalu dekat dengan bangunan, beberapa masalah yang dapat ditemukan antara lain lantai terangkat, paving menjadi tidak rata, saluran air terganggu, retakan pada area tertentu, atau perubahan kondisi tanah di sekitar bangunan.
Namun perlu diingat, munculnya retakan pada rumah tidak otomatis berarti disebabkan oleh akar pohon.
Retakan juga dapat disebabkan oleh penurunan tanah, pondasi yang tidak sesuai, pemadatan tanah yang kurang baik, perubahan kadar air tanah, kualitas konstruksi, atau pergerakan struktur.
PONDASI DAN KONDISI TANAH JUGA BERPENGARUH
Hubungan antara pohon dan pondasi tidak hanya berkaitan dengan kekuatan akar. Kondisi tanah di sekitar bangunan juga sangat penting.
Aktivitas akar dapat memengaruhi distribusi air di dalam tanah. Pada jenis tanah tertentu yang sensitif terhadap perubahan kadar air, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap perubahan volume atau pergerakan tanah.
Jika perubahan tanah terjadi secara tidak merata di sekitar bangunan, bagian tertentu dari struktur dapat mengalami pergerakan yang berbeda.
Karena itu, ketika sebuah rumah mengalami retakan di dekat pohon besar, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya melihat akarnya. Kondisi tanah, pondasi dan pola retakan juga perlu diperhatikan.
JANGAN MENGUKUR JARAK BERDASARKAN POHON SAAT MASIH KECIL
Ini adalah kesalahan yang cukup sering dilakukan.
Pohon yang baru ditanam mungkin hanya mempunyai batang kecil dan tajuk yang pendek. Akibatnya, pemilik rumah merasa jaraknya masih aman meskipun hanya beberapa langkah dari dinding.
Padahal pohon tersebut bisa berkembang berkali-kali lipat dari ukuran awalnya.
Karena itu, ketika memilih tanaman untuk halaman rumah, pertanyaan yang lebih tepat bukanlah "seberapa besar pohon ini sekarang?", tetapi "seberapa besar pohon ini ketika sudah dewasa?"
BAGAIMANA MEMILIH LOKASI POHON YANG LEBIH AMAN?
Tidak ada satu angka jarak yang bisa diterapkan untuk semua jenis pohon. Jarak yang tepat perlu mempertimbangkan jenis tanaman, ukuran pohon ketika dewasa, sistem akar, kondisi tanah, jenis pondasi, serta keberadaan saluran dan utilitas bawah tanah.
Prinsip sederhananya adalah semakin besar ukuran pohon ketika dewasa, semakin besar pula ruang yang harus disediakan.
Hindari menanam pohon berukuran besar tepat di dekat pondasi, septic tank, sumur resapan, saluran pembuangan atau jalur utilitas bawah tanah.
BAGAIMANA JIKA POHONNYA SUDAH TERLANJUR BESAR?
Jangan langsung mengambil keputusan untuk menebang pohon hanya karena terdapat akar yang muncul di sekitar rumah.
Periksa terlebih dahulu kondisi sebenarnya. Perhatikan apakah paving mulai terangkat, lantai mengalami perubahan, terdapat retakan baru pada dinding, saluran air terganggu, atau tanah di sekitar bangunan mengalami penurunan.
Perhatikan juga pola dan perkembangan retakan. Retakan yang semakin panjang atau semakin lebar perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Jika kerusakannya cukup berat, pemeriksaan oleh tenaga yang memahami struktur bangunan dan kondisi tanah akan jauh lebih tepat daripada sekadar memotong akar secara sembarangan.
JANGAN SEMBARANGAN MEMOTONG AKAR BESAR
Memotong akar besar memang terlihat seperti solusi cepat. Namun tindakan tersebut juga dapat mengurangi stabilitas pohon, terutama jika akar yang dipotong merupakan akar utama atau akar yang berperan penting terhadap keseimbangan pohon.
Pohon besar yang kehilangan bagian akar penting juga dapat menjadi lebih rentan tumbang ketika terkena angin kencang.
Karena itu, pemotongan akar pohon besar sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
KESIMPULAN
Akar pohon bukanlah musuh pondasi. Masalah biasanya muncul ketika jenis dan ukuran tanaman tidak sesuai dengan ruang yang tersedia.
Beringin, trembesi, sengon, mahoni, angsana dan beberapa jenis bambu merupakan contoh tanaman yang perlu diperhitungkan dengan lebih serius ketika akan ditanam di dekat rumah.
Yang paling penting bukan sekadar menghafal daftar pohon yang "berbahaya", tetapi memahami bahwa setiap tanaman mempunyai karakter pertumbuhan yang berbeda.
Rumah dirancang untuk bertahan selama puluhan tahun. Pohon juga dapat tumbuh selama puluhan tahun.
Karena itu, sebelum menanam pohon di dekat rumah, jangan hanya melihat kondisi hari ini.
Hitung ukuran pohon ketika dewasa, pertimbangkan perkembangan akarnya, lihat kondisi tanah, dan berikan ruang tumbuh yang cukup.
Keputusan menanam pohon mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tetapi kesalahan memilih lokasi dapat menjadi masalah yang baru terlihat bertahun-tahun kemudian.
Menanam pohon di halaman rumah memang memberikan banyak manfaat. Rumah menjadi lebih teduh, udara terasa lebih sejuk, dan halaman terlihat lebih asri. Namun, ada satu hal yang sering tidak diperhitungkan ketika memilih lokasi menanam pohon, yaitu perkembangan akarnya.
Pohon yang masih kecil biasanya terlihat tidak berbahaya. Masalahnya, ukuran pohon yang kita tanam hari ini belum tentu sama dengan ukurannya 10 atau 20 tahun kemudian. Batang membesar, tajuk melebar, dan sistem akar juga berkembang mencari ruang, air, serta unsur hara.
Jika pohon berukuran besar ditanam terlalu dekat dengan rumah, akar dapat menjadi salah satu faktor yang mengganggu lantai, paving, saluran air, pagar, bahkan kondisi tanah di sekitar pondasi.
POHON APA SAJA YANG PERLU DIWASPADAI?
Tidak berarti semua pohon berikut pasti akan merusak pondasi. Risiko sangat dipengaruhi oleh jenis tanaman, ukuran pohon ketika dewasa, kondisi tanah, ketersediaan air, jenis pondasi, serta jaraknya dari bangunan.
1. Beringin
Beringin merupakan salah satu pohon yang sebaiknya tidak ditanam sembarangan di halaman rumah yang sempit. Ketika tumbuh besar, pohon ini dapat mempunyai batang dan tajuk yang sangat besar dengan sistem akar yang luas.
Akar beringin dapat berkembang jauh dari batang untuk mencari ruang dan sumber air. Pada lokasi yang terlalu dekat dengan bangunan, akar dapat mengganggu paving, saluran air dan struktur halaman.
Beringin lebih cocok ditanam pada area yang luas sehingga perkembangan akar dan tajuknya mempunyai ruang yang memadai.
2. Trembesi
Trembesi terkenal sebagai pohon peneduh dengan pertumbuhan dan ukuran tajuk yang besar. Karena ukurannya dapat berkembang sangat besar, pohon ini kurang cocok ditanam di halaman rumah yang sempit dan berdekatan dengan bangunan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah melihat trembesi ketika masih kecil. Padahal, perencanaan penanaman seharusnya mempertimbangkan ukuran pohon ketika sudah dewasa.
3. Sengon
Sengon mempunyai pertumbuhan yang relatif cepat. Pada lahan yang luas, pohon ini dapat berkembang dengan baik. Namun pada halaman rumah yang terbatas, perkembangan akar dan ukuran pohon perlu diperhitungkan.
Semakin besar pohonnya, semakin besar pula kebutuhan ruang bagi sistem akar dan tajuknya.
4. Mahoni
Mahoni dapat tumbuh menjadi pohon berukuran besar dengan sistem perakaran yang luas. Masalah biasanya muncul ketika pohon berukuran besar ditanam terlalu dekat dengan bangunan atau area yang memiliki ruang terbatas.
Mahoni bukan berarti tidak boleh ditanam di lingkungan rumah. Yang perlu diperhatikan adalah lokasi dan jaraknya terhadap bangunan.
5. Angsana
Angsana sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh karena mempunyai tajuk yang cukup luas. Namun, seperti pohon besar lainnya, angsana membutuhkan ruang tumbuh yang memadai.
Menanam pohon berukuran besar terlalu dekat dengan rumah dapat membuat akar, batang, dan tajuknya akhirnya berhadapan dengan berbagai elemen bangunan.
6. Bambu
Bambu memiliki karakter yang berbeda dari pohon berkayu. Beberapa jenis bambu berkembang menggunakan rimpang yang dapat menyebar secara horizontal.
Jika tidak dikendalikan, rimpang bambu dapat menyebar menuju area pagar, paving, saluran atau bagian halaman lainnya. Karena itu, bambu yang ditanam di halaman rumah perlu mempertimbangkan sistem pengendalian penyebaran rimpangnya.
APAKAH AKAR BENAR-BENAR BISA MENEMBUS BETON?
Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi.
Akar pohon tidak selalu mampu menembus beton yang sehat dan padat begitu saja. Dalam banyak kasus, akar justru memanfaatkan celah, retakan, sambungan atau ruang yang sudah tersedia.
Misalnya sebuah lantai beton sudah mempunyai retakan kecil. Di bawah lantai terdapat tanah yang lembap dan tersedia ruang. Akar dapat berkembang menuju area tersebut.
Ketika akar semakin besar, kondisi di sekitar retakan dapat berubah dan kerusakan yang sebelumnya kecil dapat berkembang menjadi lebih serius.
Jadi, mengatakan bahwa akar pohon menghancurkan beton sebenarnya terlalu sederhana. Hubungan antara akar dan kerusakan bangunan biasanya melibatkan banyak faktor.
MASALAH YANG SERING TERLIHAT DI RUMAH
Jika pohon berada terlalu dekat dengan bangunan, beberapa masalah yang dapat ditemukan antara lain lantai terangkat, paving menjadi tidak rata, saluran air terganggu, retakan pada area tertentu, atau perubahan kondisi tanah di sekitar bangunan.
Namun perlu diingat, munculnya retakan pada rumah tidak otomatis berarti disebabkan oleh akar pohon.
Retakan juga dapat disebabkan oleh penurunan tanah, pondasi yang tidak sesuai, pemadatan tanah yang kurang baik, perubahan kadar air tanah, kualitas konstruksi, atau pergerakan struktur.
PONDASI DAN KONDISI TANAH JUGA BERPENGARUH
Hubungan antara pohon dan pondasi tidak hanya berkaitan dengan kekuatan akar. Kondisi tanah di sekitar bangunan juga sangat penting.
Aktivitas akar dapat memengaruhi distribusi air di dalam tanah. Pada jenis tanah tertentu yang sensitif terhadap perubahan kadar air, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap perubahan volume atau pergerakan tanah.
Jika perubahan tanah terjadi secara tidak merata di sekitar bangunan, bagian tertentu dari struktur dapat mengalami pergerakan yang berbeda.
Karena itu, ketika sebuah rumah mengalami retakan di dekat pohon besar, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya melihat akarnya. Kondisi tanah, pondasi dan pola retakan juga perlu diperhatikan.
JANGAN MENGUKUR JARAK BERDASARKAN POHON SAAT MASIH KECIL
Ini adalah kesalahan yang cukup sering dilakukan.
Pohon yang baru ditanam mungkin hanya mempunyai batang kecil dan tajuk yang pendek. Akibatnya, pemilik rumah merasa jaraknya masih aman meskipun hanya beberapa langkah dari dinding.
Padahal pohon tersebut bisa berkembang berkali-kali lipat dari ukuran awalnya.
Karena itu, ketika memilih tanaman untuk halaman rumah, pertanyaan yang lebih tepat bukanlah "seberapa besar pohon ini sekarang?", tetapi "seberapa besar pohon ini ketika sudah dewasa?"
BAGAIMANA MEMILIH LOKASI POHON YANG LEBIH AMAN?
Tidak ada satu angka jarak yang bisa diterapkan untuk semua jenis pohon. Jarak yang tepat perlu mempertimbangkan jenis tanaman, ukuran pohon ketika dewasa, sistem akar, kondisi tanah, jenis pondasi, serta keberadaan saluran dan utilitas bawah tanah.
Prinsip sederhananya adalah semakin besar ukuran pohon ketika dewasa, semakin besar pula ruang yang harus disediakan.
Hindari menanam pohon berukuran besar tepat di dekat pondasi, septic tank, sumur resapan, saluran pembuangan atau jalur utilitas bawah tanah.
BAGAIMANA JIKA POHONNYA SUDAH TERLANJUR BESAR?
Jangan langsung mengambil keputusan untuk menebang pohon hanya karena terdapat akar yang muncul di sekitar rumah.
Periksa terlebih dahulu kondisi sebenarnya. Perhatikan apakah paving mulai terangkat, lantai mengalami perubahan, terdapat retakan baru pada dinding, saluran air terganggu, atau tanah di sekitar bangunan mengalami penurunan.
Perhatikan juga pola dan perkembangan retakan. Retakan yang semakin panjang atau semakin lebar perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Jika kerusakannya cukup berat, pemeriksaan oleh tenaga yang memahami struktur bangunan dan kondisi tanah akan jauh lebih tepat daripada sekadar memotong akar secara sembarangan.
JANGAN SEMBARANGAN MEMOTONG AKAR BESAR
Memotong akar besar memang terlihat seperti solusi cepat. Namun tindakan tersebut juga dapat mengurangi stabilitas pohon, terutama jika akar yang dipotong merupakan akar utama atau akar yang berperan penting terhadap keseimbangan pohon.
Pohon besar yang kehilangan bagian akar penting juga dapat menjadi lebih rentan tumbang ketika terkena angin kencang.
Karena itu, pemotongan akar pohon besar sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
KESIMPULAN
Akar pohon bukanlah musuh pondasi. Masalah biasanya muncul ketika jenis dan ukuran tanaman tidak sesuai dengan ruang yang tersedia.
Beringin, trembesi, sengon, mahoni, angsana dan beberapa jenis bambu merupakan contoh tanaman yang perlu diperhitungkan dengan lebih serius ketika akan ditanam di dekat rumah.
Yang paling penting bukan sekadar menghafal daftar pohon yang "berbahaya", tetapi memahami bahwa setiap tanaman mempunyai karakter pertumbuhan yang berbeda.
Rumah dirancang untuk bertahan selama puluhan tahun. Pohon juga dapat tumbuh selama puluhan tahun.
Karena itu, sebelum menanam pohon di dekat rumah, jangan hanya melihat kondisi hari ini.
Hitung ukuran pohon ketika dewasa, pertimbangkan perkembangan akarnya, lihat kondisi tanah, dan berikan ruang tumbuh yang cukup.
Keputusan menanam pohon mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tetapi kesalahan memilih lokasi dapat menjadi masalah yang baru terlihat bertahun-tahun kemudian.
Download APK Lunalink - Pemborong Pintar
Download
2 orang menyukai ini
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!